Senin, 29 April 2019

Penciptaan Alam semesta (Kosmologi) Menurut Hindu

Menilik Teori Bing bang dari Sudut Pandang Hindu

Dalam buku Kosmologi Hindu yang ditulis oleh I ketut Donder (2007) diuraikan secara umum tentang sketsa singkat penciptaan dari alam semesta/ Bhuana Agung  dan seluruh isinya yang dapat dapat diuraikan sebagai berikut :


  1. Pada mula-mula di mana-mana tidak ada apa-apa;
  2. Dalam keadaan tidak ada apa-apa, yang ada hanyalah Tuhan sendiri ;
  3. Kekosongan bagaikan ruangan kosong dan itu sebagai badan Saguna Brahma dari Tuhan;
  4. Pada ruang kosong itu ada Energi kasar (propan) yang disebut prakrti Tuhan berwujud asthaprakrti (Budhi, Manah, Ahamkara dan Panca Mahabhuta). Dari kekosongan melahirkan  Akasa “ether”, dari Akasa melahirkan Vayu; 
  5. Dari Vayu muncul Udara; 
  6. Dari gesekan Udara yang disebabkan oleh getaran udara maka terjadi kondensasi hingga menimbulkan Teja “Panas”;
  7. Energi panas ini akhirnya menyebabkan pemuaian ruang yang sedemikian besar ;
  8. Akhirnya ruang dan seluruh prakrti Tuhan (meledak); 
  9. Bunyi ledakan yang sangat besar itu merambat ke segala penjuru sebagai gema yang setelah diperhatikan; gema itu tidak lain adalah bunyi (A, U, M → Om); 
  10. Bunyi Om yang juga disebut Pranava Sabda ini diyakini sebagai bunyi yang paling awal di alam semesta, sehingga bunyi Om itu dipercaya sebagai suara penciptaan. Dari sini pula munculnya banyak keyakinan yang mempercayai bahwa alam semesta ini diciptakan dari Vak, atau Vicara, Sabda, atau suara; 
  11. Dari ledakan itu muncul Air (Zat Cair Panas seperti bubur atau lava gunung berapi); 
  12. Zat Cair itu terlontar dari ruangannya dengan tenaga yang sangat besar;
  13. Lontaran dari ledakan itu terjadi secara beruntun  a) Lontaran pertama menjadi Planet Raditya (Matahari) dikendalikan oleh Deva Surya, b) Lontaran kedua menja-di Planet Coma (bulan) dikendalikan oleh Deva Chandra atau juga devi Ratih, c) Lontaran ketiga menjadi Planet Anggara (Mars), d) Lontaran keempat menjadi Planet Budha (Merkurius), e) Lontaran kelima menjadi Planet Wrspati (Jupiter), f) Lontaran keenam menjadi Planet Sukra (Venus), g) Lontaran ketujuh menjadi Planet Saniscara (Saturnus);
  14. Masing-masing memiliki pengendalinya. Ketujuh planet itu merupakan bagian dari jaga raya yang sangat luas. Ketujuh planet ini menjadi nama-nama hari dalam setiap minggu. Urutan nama hari itu dianggap sebagai urutan dari kelahiran planetp-planet tersebut. 
  15. Setelah terjadi Tata Surya dalam Alam Semesta, Tuhan dalam hati-Nya (budhi) berpikir (manas) dan berkehendak (ahamkara) ini menciptakan mahluk-mahluk, maka Penciptaan mahluk dimulai; 
  16. Pertama-tama diawali dengan mncullah Manu (Manusia yang terlahir dari pikiran Tuhan) di atas planet bumi ini; 
  17. Manu selanjutnya memerankan penciptaan seluruh mahluk dari diri-Nya;
  18. Manu membelah diri-Nya menjadi dua bagian yang sama persis seperti pinang dibelah dua; 
  19. Satu bagian menjadi Laki-laki dan satu bagian-Nya lagi menjadi Perempuan. Kedua-duanya disebut Ardanareswari yang Laki-laki juga disebut Purusa (+) dan yang Perempuan disebut Pradana (-), ada juga sebutan-sebutan lain untuk menyebut keduanya. Tetapi yang jelas masing-masing dengan karakter devata; 
  20. Hubungan intim (seks; dalam pengertian bukan hubungan kelamin, tetapi kontak antar energi devata) antara Purusa dan Pradana melahirkan Hewan dan Mahluk lainnya; 
  21. Dari Hewan-hewan lahir Hewan yang banyak; 
  22. Semua mahluk itu merupakan perwujudan dari Manu. Manulah asal mula dari manusia dan mahluk lainnya, karena Manu mendapat tugas penciptaan selanjutnya. Pada awal mula penciptaan mahluk-maluk hidup seperti; manusia dan Hewan hanya memakan makanan berupa energi akasa atau prana azas kehidupan yang paling esensial;
  23. Selanjutnya Manu terus mencipta hingga tercipta tumbuhan–makanan dan seterusnya;
  24. Hingga tercipta 84.00.000 mahluk hidup; 
  25. Dari hewan-hewan pertama yang diciptakan Manu itu, berevolusi kembali menjadi manusia dengan kadar kedewataannya yang telah menurun. Semua mahluk berke-inginan untuk dapat kembali kepada Tuhan melalui evolusi kelahiran sebanyak angka 84 di atas. Bagi mahluk yang hanya bertingkahlaku biasa-biasa saja yang selalu meng-ikuti dorongan hawa nafsunya ia mengalami reinkarnasi sebanyak 84.00.000 kali dan mengalami macam kehidupan sebagai 84.00.000 jenis kehidupan mahluk hidup; 
  26. Hanya orang-orang yang memiliki pengetahuan Atmavidya atau Brahmavidya yang dapat memutus rantai kelahiran dan kematian ini.